Sabtu, 06 April 2013

Sekarang dan Kelak

Ketika kalimat "move on" harus menghampiri diriku, sebenarnya itulah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Sangat berbeda saat mengucapkannya dengan gaya yang begitu berani dan lantang hingga menyarankan kepada mereka-mereka yang tengah mengalami masa-masa sulit seperti yang aku alami sekarang.

Harus selalu bersyukur, itulah intinya. Akan tetapi, saat hati ikut didalamnya, semua seperti sebuah buku tulis berisi 100 halaman dan telah berisi cerita sebanyak 75 lembar, lalu dengan seketika semua harus dihapus sebersih mungkin seperti buku yang tidak pernah berisi. Mungkinkah? Jawabannya, "tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki". Itul adalah jawaban yang paling bijaksana. Namun dalam kenyataan dan pelaksaannya, mungkinkah itu terjadi? Sekalipun dengan pensil isi buku itu ditulis halaman demi halaman, tapi tetap saja untuk menghapusnya pasti meninggalkan bekas yang meski hanya sebentuk bekas samar-samar namun itulah yang menjadi "alas" untuk isi buku itu berikutnya.

Sepeti itulah hatiku saat ini, tidak lama namun begitu melekat dan mendarah daging untukku. Semua adalah tulisan pertama, buku yang pertama aku tulis dengan serius, buku pertama yang aku ini dengan semua rasa, tanpa terkecuali. Dan sekarang aku harus menghadapi kalimat "move on". Itu seperti aku harus membuka buku baru yang bersih tanpa noda sedikitpun sementara buku itu telah memiliki begitu banyak bekas tulisan-tulisanku sebelumnya. Namun sekarang, seperti menemukan judul untuk isi buku selanjutnya.

KELAK = AKU AKAN DATANG DAN MENJEMPUTMU - SEKARANG = BERSABARLAH MENUNGGU "KELAK" DATANG MENGHAMPIRIMU (for you,myEx)

#TungguAku