Rabu, 11 September 2013

MEMULAI

Sampai banyaknya yang ingin ditulis kadang membuatku tidak tahu bagaimana harus memulainya, darimana dan seperti apa? Bagaimana tanggapan orang saat membacanya menjadi faktor ketakutan untuk memulai. Darimana cerita itu harus diawali. Dan seperti apa cerita yang dapat diterima oleh pembaca. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul saat aku hendak emmulai suatu tulisan. Padahal saat aku sendirian, begitu banyak ide-ide yang ingin aku tuangkan namun begitu sampai ketengah semua itu menjadi kosong tidak menentu. Menulis sudah menjadi hobiku sejak masih duduk di bangku SD, saat aku memulainya aku akan merasa seprti berada diduniaku sendiri tanpa ada satu orangpun yang akan mengannggu. Dan tulisan-tulisanku itulah yang memberiku arti bahwa aku memiliki sebuah tujuan kedepan. Selain menulis, menggambar juga menjadi teman terbaikku, mendesign sesuatu seperti baju dan terkadang ruangan membuatku nyaman sekali seprti aku tengah menulis dan mengalir begitu saja.

Sekarang, untuk mengeluarkan ide-ide yang ada didalam kepala ini saja begitu sulitnya, seperti takut akan hasil yang memalukan. Ya mau gimana lagi kan, namanya juga ide-ide kecil dengan mimpi yang besar. Sangat sulit untuk diterima sebenarnya. 

KOK BISA

Tadi malam itu benar-benar lucu banget. Enggak nyangka aja bisa mimpi kayak gitu padahal gak tau juga apa yang dipikirkan sebelum tidur. bisa-bisanya aku mimpi ketemu sama Reza Rahardian dan kami itu berada disalah satu desa yang kurang jelas dimana letaknya. Hanya saja kami enggak berdua melainkan kami bersama teman-teman lainnya yang tentunya itu tadi, kurang jelas siapa-siapa aja, namanya juga mimpi.

Dalam mimpi itu, aku dan Reza itu di sebuah desa dan tinggal untuk beberapa saat. Lalu tanpa disangka-sangka ada seorang anak kecil datang dengan seragam putih merah yang baru saja pulang sekolah, ntah gimana ceritanya dia tiba-tiba mendorongku jauh ke belakang yang ternyata dibelakangku ada Reza yang sudah meilhat dari jauh. Saking kuatnya anak itu, aku terdorong jauh kebelakang dan mengenai Reza hingga dia sendiri terdorong ke dinding. Setah aku tersudut, anak kecil itu ingin mencekikku namun Reza dengan sigap menahan tangan anak itu. Dan dari sanalah kami berdua semakin dekat, dekat, dan dekat. Dan tiba-tiba saja Reza dan sudah berada disuatu ruangan yang cukup besar berdua dan kami bersama-sama disana. Hingga akhirnya kami pun menjadi pasangan yang sangat serasi.

Itu adalah mimpi yang sangat lucu hingga saat aku terbangun di pagi hari, bunga-bunga tidur itu masih terngiang-ngiang didalam benakku dan spontan aku terkekeh saat membayangkan kembali semua mimpiku itu. Namun tentunya itu tidak akan menjadi angan-angan. Disamping juga mimpi yang hanya akan menjadi bumbu-bumbu disat tidurku.