Selasa, 10 Februari 2015
SUDAH SEHARUSNYA...
Sekarang gini lho, ini masalahnya aku sudah tidak tahan lagi menjalani hubungan yang seperti ini karena banyak hal yang tidak bisa kami sinkronkan bersama, bahasa klise nya mungkin tidak cocok. Banyak hal yang monoton, yang tidak sesuai harapan, tidak sesuai ekspektasi. Memang, enggak ada yang sempurna didunia ini, tidak ada yang seperti itu tapi ya setidaknya harus bisa mengimbangi satu sama lain. Sekarang posisinya, sekali dua kali anggap saja tidak ada masalah dengan kebosanan itu, tapi kalau terus menerus seperti ini siapa yang tahan? Aku saja angkat tangan.
Sedihlah, bohong besar kalau bilang ini enggak sakit, tapi apa boleh dikata, kan ya. Ini yang terbaiklah untuk kami berdua, ini cerita yang mungkin nantinya sulit diselesaikan kalau terus-terusan kegini. Selagi bisa kita perbaiki sekarang kenapa harus ditunda, selagi masih belum terlalu jauh jalan cerita ini untuk apa diteruskan, toh tidak ada lagi hal yang bisa aku pertahankan, aku merasa kurang bahagia menjalaninya, kurang sekali rasanya. Seperti terkekang oleh banyaknya peraturan yang dibuat oleh dia, hal-hal yang aku ingin.
Tau kok ini kita menjalani suatu hubungan yang serius, aku enggak minta dinikahi secepat itu, juga enggak bilang kalau aku maunya kita main-main. Tapi janganlah membatasi suatu pergaulan seseorang, aku enggak suka. Aku ingin merasakan hal-hal yang orang lain rasakan juga, kumpul bersama teman-teman. Pacaran bukan ajang pembatasan, tapi saling melengkapilah, saling sharing, jangan menjadi sosok yang hanya bisa menerima. Rasanya? Ngebosenin. Aku pacaran bukan mencari seseorang yang hanya bisa bilang "Yaudahla, jangan dipikirkan" setiap kali aku ingin memulai sharing.
Idealnya punya pacar itu ya harus peka terhadap pasangan. Oke, aku memang cuek, sifat itu bisa dirubah asal ada feedback dari dianya, bukan malah diperparah dengan kata-kata seadanya. Wajar dong ya, namanya juga wanita ketika melihat sesuatu yang mungkin mengusik mata, mereka akan langsung menggerutu, berkomentar, dan sebagainya. Tapi setidaknya dari pasangan hendaknya juga merespon dengan hal yang sebaiknya tidak membuat pasangan merasa bahwa dirinya sia-sia saja berbicara. Menjadikan pasangan sebagai tempat curhat, sharing, mengeluarkan keluh kesah tentunya dambaan setiap wanita, jangan hanya berpikir bahwa "Kita adalah lelaki yang harusnya dihargai dan mengerti" tapi tidak memikirkan bagaimana posisi dari pasangannya.
Sekarang posisinya, sikon yang tengah aku rasakan dan hadapi ini adalah rasa bosan, kebosanan akan hal yang itu itu saja. Improve lah sekali-kali dengan hal lain. Kita berawal dari hal yang sama-sama kita sukai, tapi bukan berarti tidak ada obrolan yang tidka bisa kita angkat dalam setiap kali cerita. Bukan malah hal-hal bodoh dan sepele yang terus menerus di perbincangkan, aku bosan.
Aku mungkin hanya seorang wanita yang sudah pernah menikah, wanita dengan status tidak seperti kebanyakan perempuan lain. Mungkin aku tidak sebaik mereka-mereka, tapi bukan berarti aku punya sifat yang jahatnya berlebihan. Aku sadar diri kok, aku enggak akan "main api" dengan melakukan hal-hal bodoh yang tidak seharusnya aku lakukan. Aku juga masih bisa membedakan mana mereka yang benar menyayangi dengan mereka yang hanya numpang lewat. Terima kasih lho udah diingatkan, terima aksih juga sudah berjanji akan jadi orang pertama yang akan menertawakan aku jika aku dapat seseorang yang hanya pakai "topeng" belaka.
Sekarang... Sudah seharusnya aku berterima kasih untuk 7 bulan yang telah kita jalani bersama, sedih, senang, bosan yang kita rasakan selama itu. Cerita yang tidak mungkin terabaikan juga tidak mungkin aku ingat selalu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar